
Kegiatan rutin Simplebiznet yaitu training yang diperuntukan bagi para membernya, kali ini kedatangan tamu istimewa yaitu Nima Khoei> senior manager jabodetabek dan Bandung
RECRUIT TRAINING – Become a Master of Recurit in 120 minutes
Ada hal yang anda harus persiapkan ketika anda akan memulai merekrut. Ini bukanlah peralatan seperti katalog, simple map, flyer. Penasaran akan hal itu, mari kita simak apa sajakah itu?
- DEDICATION/Dedikasi yaitu mencurahkan segala tenaga, waktu dan pikiran agar berhasil mencapai tujuan
- STRONG WILL/Keinginan yang Kuat yaitu hasrat atau kehendak yang kuat
- RIGHT ATTITUDE/Sikap yang Baik yaitu pandangan hidup yang baik
- PERSISTENCY/Keteguhan yaitu kekuatan atau ketetapan hati
MEREKRUT adalah SENI
1. Berpikirlah seperti seorang pemenang
Seorang pemenang selalu bangun di pagi hari dan sudah mengetahui apa yang akan dia kerjakan di hari itu dan bagaimana ia akan mengerjakannya.
Contohnya: “Hari ini saya akan bertemu lima orang di tiga tempat berbeda dan saya akan bersemangat sekali bertemu mereka, saya akan persiapkan tools yang diperlukan dan saya sudah menguasai materi yang akan saya berikan, dan saya pasti closing”. Ini dinamakan Begin with End result in Mind, maksudnya selalu positif membayangkan hasil yang diinginkan, bukan berpikir negatif
Sekedar cerita nih ya …
Anda tau Bjorn Borg ? petenis terkenal yang memenangkan Piala Davis 5 kali berturut2. Ia berlatih keras dan begitu senangnya dengan kemenangan pertama hingga keempat. Apa yang terjadi dengan kemenangan kelima ? Bjorn Borg merasa biasa2 saja. Kenapa ? karena persiapan yang sangat matang akan memberikan hasil yang sepadan sehingga kesuksesan bukan lagi sebuah kejutan, melainkan sebuah kepantasan
2. Rencanakan Strategi
Rencanakan strategi anda dengan team anda untuk menang secara bersama.
Contohnya : kalau kita mau lakukan rekrut di satu tempat, buat strategi bareng tim kita. Ajaklah minimal 2 orang teammu. Bagilah tugas diantara keduanya, contohnya: A, tugasmu sebarkan flyer ini ya dan lakukan tanya jawab pakai questionnaire ini. B, kamu di booth ya untuk menyambut prospekan yang mau lihat-lihat beauty booth sehingga setiap leader tau apa yang menjadi tugasnya. Mulailah segera, jangan tunda!
Banyak diantara kita yang ciut untuk merekrut seorang diri, untuk itu selalu disarankan untuk merekrut bersama-sama.
Bersama siapakah? bersama downline atau crossline? Yang terbaik adalah merekrut bersama downline. Berpartisipasilah dalam acara Asia Prospecting Day atau Prospecting day mingguan untuk mengajak downline/coreteam anda merekrut bersama. Tujuannya untuk apa sih ? Togetherness alias Kebersamaan, yang menjadi core values nya Oriflame. Dengan bersama-sama maka anda dan leader anda menjadi tau apa yang menjadi kekuatan setiap orang. Bersama2 bisa saling evaluasi dan sharing apa yang menjadi kekuatan masing-masing individu dan juga apa yang harus di perbaiki. Tujuannya lainnya untuk membentuk mental pemenang yang tidak takut dengan penolakan.
Keberhasilan recruitment, ditentukan pula oleh hal-hal dibawah ini
(1) dengan siapa anda merekrut ?
(2) kapan waktu merekrutnya ?
(3) dimana lokasi merekrutnya ?
Komunikasikan 3 hal ini dengan leader anda agar acara rekrut berlangsung efektif.
Merekrut itu perlu strategi loh yaaa dan juga harus systematis agar tidak buang2 waktu. Buat target. Apa sih gunanya target ? ya agar di kejar. Kalau anda tidak tentukan targetnya, ya tidak akan ada hasilnya. Contohnya : Beri setiap leader anda 2 buah starter kit dan jangan kembali tanpa CAF (Customer Application Form). Agar mereka bersemangat, boleh loh kasih challenge kecil ke team anda, misalnya “hei, kalau kamu bisa merekrut 2 orang nanti kita makan2 bareng yuk”. FUN kan ?
Agar berlangsung efektif lainnya, pastikan penampilan dan sikap anda baik. Pernah gak anda dan tim anda gagal merekrut? bisa jadi karena persiapan yang kurang baik. Contohnya berpakaian kurang rapi dan tidak terlihat semangat, padahal yang anda tawarkan adalah LOOK GREAT dan MAKE MONEY, ya bagaimana orang bisa tertarik. Nah, sebelum memulai merekrut, ada baiknya anda berdiri di depan kaca dan bertanya pada diri sendiri "apakah saya akan membeli konsmetik dari orang seperti saya ?" nah kalau jawabannya YA, berarti anda siap merekrut. Bila jawabannya NO berarti penampilan anda perlu diperbaiki. Oriflame punya produk2 terbaik, gunakan sebagai penunjang kesuksesan anda dalam merekrut.
Selain itu anda harus memiliki persiapan2 dan alat-alat yang lengkap.
Nah itu tadi adalah persiapan merekrut.
Setelah semua persiapan beres, maka sekarang anda masuk ke dalam tahap merekrut.
Ada 2 cara merekrut.
- Indirect approach
- Direct approach
INDIRECT APPROACH
Tidak butuh waktu lama, cukup 30 detik untuk membuat flyer OOM berpindah tangan kepada prospekan anda. “Hai, nama saya arum, saya punya bisnis bagus sekali, produk kosmetik yang juga ada peluang incomenya, ini ada flyer untuk ibu, silahkan diterima dan hadir ya ke acara Beauty Demo saya minggu depan, gratis loh. Boleh kita tukeran no handphone? Agar saya bisa konfirmasikan ke ibu minggu depan”. Tidak butuh waktu lama kan ? hanya 30 detik.
Persiapan yang diperlukan : Acara yang sudah di rencanakan dan flyer
DIRECT APPROACH
Contohnya adalah bazaar/booth. Anda memiliki base/area untuk mengundang pengunjung (mall) untuk melihat2 booth anda dan mungkin mereka bisa mencoba beberapa produk di booth anda. Anda bisa lakukan beauty demo atau make over, konsultasi kulit, mencoba beberapa parfum, melakukan Tanya jawab melalui questionnaire, dan bisa juga berikan games atau lucky draw. Apapun yang bertujuan menarik perhatian pengunjung mall dan membuat anda memiliki daftar nama untuk di follow up
Untuk membuktikan bahwa merekrut itu mudah, kali ini Nima memberikan kesempatan kepada ILNAyuti Sari, leader no 2 tercepat di Indonesia, fastest Diamond and Senior Diamond, dan juga (ehm) foundernya SimpleBizNet loooh, untuk memberikan testimonya mengenai recruit, karena Ilnajuga adalah Best Reruiter #3 tahun 2010.
Ilna bilang … “ada banyak hal teknik merekrut diluar sana dan bahasan tentang merekrut yang baik sudah diberikan tadi oleh Pak Nima, tapi ada 1 hal yang biasanya sering tidak dibahas, yaitu mengenai EMOSI. Merekrut adalah permainan emosi, dimana anda harus menjaga banyak sekali emosi. Emosi anda sendiri, banyak dari kita yang tidak sukses merekrut karena belum mampu mengendalikan emosi yang datang sebelum jadwal merekrut. Misalnya : anak anda cranky, atau sakit, sementara jadwal rekrut sudah di depan mata, nah ini bisa mengganggu emosi anda, anda bisa jadi over ekspektasi terhadap prospakan yang ada di depan anda. Kalau hal ini terbaca oleh prospekan anda, mereka akan menjadi kurang nyaman dan proses merekrut tidak berjalan sesuai harapan.
Pastikan ketika anda merekrut, anda mampu membuat leader dan prospekan anda nyaman, sedikit basa basa basi dan pertanyaan santai bisa membuat suasana mencair dan tidak kaku”
Oh iya Ilna juga kasih tips dan trick nya bagaimana ia membuat leadernya mandiri, ternyata Ilna sering membuat satu kondisi dimana leader-leadernyanya terpaksa kepepet memprospek sendiri tanpa dirinya. Contohnya : pura-pura macet mendadak lah :D. “Semuanya memang harus dikondisikan, dan terbukti semua leader-leader saya mampu melakukan presentasi dengan baik, ingat bahwa kemandirian adalah hadiah terbaik yan bisa kita berikan kepada jaringan kita”
Setelah itu Nima lanjut memberikan beberapa teknik. Menarik deh.
100 No Techniques – yaitu mendapatkan 100 penolakan dalam sehari. 100 penolakan ? banyak amat ? Idenya datang dari seorang leader di Bandung yang stress karena tidak bisa merekrut saat prospecting day, kemudian ia menghampiri Nima dan berkata “kayaknya saya nyerah aja deh, gak bisa rekrut, ditolak terus, gak closing2, saya desperate, saya keluar saja dari bisnis ini, saya menyerah”. Nima kasih 1 tantangan kepada wanita ini “okey, kamu tidak harus closing, dari tadi kan kamu di tolak terus nih, nah coba hitung tuh ada berapa ? saya tantang kamu untuk dapetin 100 penolakan hari ini. Bisa kan”. Dan dalam 4 jam si wanita itu mendapatkan 100 penolakan, yang artinya adalah 100 data base baru untuk di follow up keesokan harinya. Luarbiasa teknik ini.
Never Give UP.









